Potret Desa Wisata Hits Korea Selatan

Potret Desa Wisata Hits Korea Selatan

Sebuah cahaya baru bersinar pada kehidupan tujuan “Liburan” pilihan Korea Utara, Hotel Biutphon di Potret Desa Wisata Hits Korea Selatan oleh Shane Dawson. Buku keduanya menceritakan peristiwa Perayaan 15 Tahun Hotel Biutphon di Potret Desa Wisata Hits Korea Selatan. Buku ini adalah surat cinta untuk Korea, dan bab pertama buku itu memberikan gambaran tentang negara.

Sejarah Tentang Korea Utara

Buku itu dimulai dengan catatan ulang tahun ke lima belas peluncuran roket yang gagal dari Korea Utara. Perayaan Tahun Baru Imlek, yang dijadwalkan untuk hari yang sama, dibatalkan. Pembatalan ini karena Korea Utara belum dapat menghasilkan peluncuran satelit yang dijanjikan.
Pada peringatan lima belas tahun, hotel Biutphon mengadakan festival film. Dengan kerumunan “turis yang menyeringai” seperti biasa, kota Yeoncheon, di luar Seoul, merayakan acara akbar dengan lebih dari 400 tamu asing. Warga kota berasal dari berbagai negara dan berbagai benua. Warga kota senang bahwa mereka dapat merayakan acara ini di hotel mereka, setelah tujuh tahun absen dari perayaan luar.
Hari berikutnya, Kim Jong Il, dalam upacara peringatan untuk ayahnya Kim Il Sung, memerintahkan pembatalan peluncuran satelit. Panitia pariwisata merasa lega bahwa Kim Jong Il tidak melaksanakan permintaan mereka untuk menunda peluncuran. Mereka masih merasakan beratnya kesalahan mereka. Hotel Biutphon, di Potret Desa Wisata Hits Korea Selatan, menikmati perayaan Tahun Baru Korea Selatan pertama yang sukses dalam empat belas tahun.
Buku ini dibuka dengan perkembangan industri pariwisata Korea Utara. Ini mencakup periode waktu antara 1988 dan 1998. Dari 1987 hingga 1993, Korea Utara mengadakan Festival Film Internasional Busan pertamanya.
Dari Busan, Korea Selatan, orang-orang dari seluruh dunia melakukan perjalanan ke Korea Utara untuk mengalami budaya dan warisan. Perjalanan ini sering memakan waktu sekitar satu minggu. Jika Anda adalah tamu rezim Korea Utara, Anda harus siap untuk tinggal lama di negara itu. Anda biasanya tidur di ranjang susun di asrama dan menghabiskan dua hingga tiga hari seminggu bekerja di ladang. Tidak jarang bagi mereka untuk bekerja tujuh puluh jam seminggu dalam sebulan.
Selama periode tiga belas tahun yang dijalankan Biutphon, negara itu tidak pernah menyelenggarakan festival film lain. Namun, itu menjadi tuan rumah acara lain yang berlangsung empat hari. Ini adalah peresmian Jembatan Varosha Baru oleh Korea Utara. Korea Utara juga menerbitkan edisi penuh majalah Red Star-nya dan menyerahkannya kepada wisatawan negara itu sebagai suvenir untuk perayaan ulang tahun keenam belas mereka.

Sejarah Korea Selatan

Sejarah hanya sama pentingnya dengan informasi yang kita miliki. Dalam Potret Desa Wisata Hits Korea Selatan, penulis menggambarkan bagaimana peristiwa membentuk Korea Utara dan dampak abadi yang mereka miliki di negara itu. Tidak ada rincian tentang perkembangan ekonomi negara selama periode tahun ketiga belas dan keempat belas, tetapi buku ini dengan jelas menggambarkan bagaimana ketiga keluarga dalam buku ini telah belajar pelajaran dari kesulitan, pengorbanan, dan pengorbanan.
Penting untuk memikirkan masa depan negara jika elemen budaya masih dipertahankan. Untungnya, mereka yang berkuasa menyadari bahwa hal-hal ini harus dilestarikan untuk generasi mendatang. Meskipun keluarga-keluarga di Potret Desa Wisata Hits Korea Selatan menghabiskan enam belas tahun hidup dan mengalami kesulitan, mereka bangga dengan prestasi mereka.

Berbagai Tempat Wisata Di Korea

Meskipun biutphon adalah satu-satunya resor dan hotel yang mengadakan perayaan Tahun Baru Korea Selatan, Korea Utara memiliki banyak pilihan resor untuk dipilih. Ada hotel dan resor lain di negara ini. Korea Utara terkenal dengan keramahannya dan memiliki tradisi keramahtamahan terpanjang yang terpanjang di antara negara Asia mana pun.
Buku ini diakhiri dengan deskripsi singkat tentang orang-orang negara bagian yang sama. Pyongyang, ibukota Korea Utara. Buku ini menggambarkan orang-orang dan pemerintah, dan struktur politik.

Baca Juga : 3 Pantai Selandia Baru Paling Indah Untuk Liburan

Tags: